Pages
Facebook Badge
Historical on the World
NATURAL DISASTERS
GRAVE NATURE
- THE EXPERIENCE OF ASLINA 2 HOURS IN THE GRAVE NATURE - Video Playlist
- The Experience of Azlina - Part 6-8
- The Experience of Azlina - Part 7-8
- The Experience of Azlina - Part 8-8
- True Story of the grave punishment
- 1 st Nights in the Grave Nature ( Story ) - Video Playlist
- Grave Nature ( Story )
- THE STORY OF EXPERIENCE 23 MINUTES IN THE HELL
SITU GINTUG DISASTER
- Disaster in Situ Gintung, two weeks before the Indonesia Presidential Election ( PEMILU )
- SITU GINTUNG DISASTER on VIDEO PLAYLIST
- CHRONOLOGY OF SITU GINTUNG DISASTER
- Situ Gintung Map fron Satelite
- The victims died in Situ Gintung disaster becoming 100 peoples
- Rescue Workers found another body on Tuesday at the location of the Situ Gintung Dam tragedy
- Personnel of "Jamica Band" becoming victims in Situ Gintung disaster
- Number of victims killed in Situ Gintung disaster 94 peopl
- Victim died in the Situ Gintung Disaster on March 29 2009 to be 93 Peoples
- Over 80 peoples has killed in Situ Gintung
- Victims Situ Gintung increases to be 78 people
- Victims who died in the disaster at the Situ Gintung lake there is 58 people.
- Subhanallah " The mosque is still standing intact in the disaster Situ Gintung "
- A Dam Situ Gintung Lake has broken-down, 50 Killed In Dam Burst In Indonesia
- Natural Disaster of Gintung Lake - 01
- Natural Disaster of Gintung Lake - 02
- Situ Gintung location from the air - 01
- Situ Gintung tragedy from the air - 02
TSUNAMI DISASTERS
TRAGEDY IN THE WORLD
TRAGEDY IN THE AIR
- Hercules aircraft fell in Madiun, Wednesday May 20 2009 - 06:20 Time of the Western part of Indonesia
- Aircraft foker-27 have fallen in Bandung, 24 peoples ( 17 passengers and 7 Crews ) is died.
- Fedex MD-11 Flight 80 (N526FE) Cargo Plane Crash In Tokyo Narita Int. Airport-Real Time
- Accident which often occur on the aircraft
EARTHQUAKES & DISASTERS
- The earthquake occurred in Padang - West Sumatra
- The seconds of earthquake in padang - West Sumatra; 17:16 pm, Wednesday ,30-9-2009
- Evacuation of Earthquake Victims in Padang, West Sumatra.
- PETA ZONA GEMPA INDONESIA
- Indonesia as the mountains path and the earthquake
- Mud Tragedy in Sidoarjo, Indonesia
- EARTHQUAKE IN JOGYA, CENTERL JAVA.
- SOLIDARITY EARTHQUAKE JOGJA - Video Playlist
- Earthquake at Gorontalo
DISASTERS
OTHERS VIDEO
Followers
MY BLOG LIST
-
-
-
-
BERITA ERUPSI MERAPI15 years ago
-
G30S PKI16 years ago
-
Secrets of The Solar System17 years ago
-
Saturday, November 6, 2010
Friday, November 5, 2010
SBY Ngantor di Yogya, Jadwal Kunjungan Obama & PM Austria Belum Berubah
Sent to you by Kinan via Google Reader:
Things you can do from here:
- Subscribe to detikcom using Google Reader
- Get started using Google Reader to easily keep up with all your favorite sites
Monday, October 25, 2010
Found codex eruption of Krakatoa 1883
Found codex eruption of Krakatoa 1883
Ditemukan Naskah Kuno Letusan Krakatau 1883
Jakarta- Jauh sebelum peneliti asing menulis tentang meletusnya Gunung Krakatau (Krakatoa, Carcata) tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 1883, seorang pribumi telah menuliskan kesaksiaan yang amat langka dan menarik, tiga bulan pascameletusnya Krakatau, melalui Syair Lampung Karam. Peneliti dan ahli filologi dari Leiden University, Belanda, Suryadi mengatakan hal itu kepada Kompas di Padang, Sumatera Barat, dan melalui surat elektroniknya dari Belanda, Minggu (31/8).
"Kajian-kajian ilmiah dan bibiliografi mengenai Krakatau hampir-hampir luput mencantumkan satu-satunya sumber pribumi tertulis, yang mencatat kesaksian mengenai letusan Krakatau di tahun 1883 itu. Dua tahun penelitian, saya menemukan satu-satunya kesaksian pribumi dalam bentuk tertulis, " katanya. Sebelum meletus tanggal 26, 27, dan 28 Agustus 1883, gunung Krakatau telah batuk-batuk sejak 20 Mei 1883. Letusan dahsyat Krakatau menimbulkan awan panas setinggi 70 km dan tsunami setinggi 40 meter dan menewaskan sekitar 36.000 orang.
Sebelum meletus tahun 1883, Gunung Krakatau telah pernah meletus sekitar tahun 1680/1. Letusan itu memunculkan tiga pulau yang saling berdekatan; Pulau Sertung, Pulau Rakata Kecil, dan Pulau Rakata. Suryadi menjelaskan, selama ini yang menjadi bacaan tentang letusan Gunung Krakatau adalah laporan penelitian lengkap GJ Symons dkk, The Eruption of Krakatoa and Subsequent Phenomena: Report of the Krakatoa Committee of the Royal Society (London, 1883).
Sedangkan sumber tertulis pribumi terbit di Singapura dalam bentuk cetak batu (litography) tahun 1883/1884. Kolofonnya mencatat 1301 H (November 1883-Oktober 1884). Edisi pertama ini berjudul Syair Negeri Lampung yang Dinaiki oleh Air dan Hujan Abu (42 halaman). " Tak lama kemudian muncul edisi kedua syair ini dengan judul Inilah Syair Lampung Dinaiki Air Laut (42 halaman). Edisi kedua ini juga diterbitkan di Singapura pada 2 Safar 1302 H (21 November 1884), " paparnya.
Edisi ketiga berjudul Syair Lampung dan Anyer dan Tanjung Karang Naik Air Laut (49 halaman), yang diterbitkan oleh Haji Said. Edisi ketiga ini juga diterbitkan di Singapura, bertarikh 27 Rabiulawal 1301 H (3 Januari 1886). Dalam beberapa iklan, edisi ketiga ini disebut Syair Negeri Anyer Tenggelam. " Edisi keempat syair ini, edisi terakhir sejauh yang saya ketahui, berjudul Inilah Syair Lampung Karam Adanya (36 halaman). Edisi keempat ini juga diterbitkan di Singapura, bertarikh 10 Safat 1306 H (16 Oktober 1888)," ungkap Suryadi, yang puluhan hasil penelitiannya telah dimuat di berbagai jurnal internasional.
Menurut Suryadi, khusus teks keempat edisi syair itu ditulis dalam bahasa Melayu dan memakai aksara ArabMelayu (Jawi). Dari perbandingan teks yang ia lakukan, terdapat variasi yang cukup signifikan antara masing-masing edisi. Ini mengindikasikan pengaruh kelisanan yang masih kuat dalam tradisi keberaksaraan yang mulai tumbuh di Nusantara pada paroh kedua abad ke-19. Suryadi yang berhasil mengidentifikasi tempat penyimpanan eksemplar seluruh edisi Syair Lampung Karam yang masih ada di dunia sampai saat ini menyebutkan, Syair Lampung Karam ditulis Muhammad Saleh.
Ia mengaku menulis syair itu di Kampung Bangkahulu (kemudian bernama Bencoolen Street) di Singapura. " Muhammad Saleh mengaku berada di Tanjung Karang ketika letusan Krakatau terjadi dan menyaksikan akibat bencana alam yang hebat itu dengan mata kepalanya sendiri. Sangat mungkin si penulis syair itu adalah seorang korban letusan Krakatau yang pergi mengungsi ke Singapura, dan membawa kenangan menakutkan tentang bencana alam yang mahadahsyat itu," katanya.
Bisa direvitalisasi
Suryadi berpendapat, Syair Lampung Karam dapat dikategorikan sebagai syair kewartawanan, karena lebih kuat menonjolkan nuansa jurnalistik. Dalam Syair Lampung Karam yang panjangnya 38 halaman dan 374 bait itu, Muhammad Saleh secara dramatis menggambarkan bencana hebat yang menyusul letusan Gunung Krakatau tahun 1883. Ia menceritakan kehancuran desa-desa dan kematian massal akibat letusan itu. Daerah-daerah seperti Bumi, Kitambang, Talang, Kupang, Lampasing, Umbulbatu, Benawang, Badak, Limau, Lutung, Gunung Basa, Gunung Sari, Minanga, Tanjung, Kampung Teba, Kampung Menengah, Kuala, Rajabasa, Tanjung Karang, juga Pulau Sebesi, Sebuku, dan Merak luluh lantak dilanda tsunami, lumpur, dan hujan abu dan batu.
Pengarang menceritakan, betapa dalam keadaan yang memilukan dan kacau balau itu orang masih mau saling tolong menolong satu sama lain. Namun, tak sedikit pula yang mengambil kesempatan untuk memperkaya diri sendiri dengan mengambil harta benda dan uang orang lain yang ditimpa musibah. Selain menelusuri edisi-edisi terbitan Syair Lampung Karam yang masih tersisa di dunia sampai sekarang, penelitian Suryadi juga menyajikan transliterasi (alih aksara) teks syair ini dalam aksara latin.
"Saya berharap Syair Lampung Karam dapat dibaca oleh pembaca masa kini yang tidak bisa lagi membaca aksara Arab-Melayu (Jawi). Lebih jauh, saya ingin juga membandingkan pandangan penulis pribumi (satu-satunya itu) dengan penulis asing (Belanda/Eropa) terhadap letusan Gunung Krakatau," jelas Suryadi.
Peneliti dan dosen Leiden University ini menambahkan, teks syair ini bisa direvitalisasi untuk berbagai kepentingan, misalnya di bidang akademik, budaya, dan pariwisata. Salah satunya adalah kemungkinan untuk mengemaskinikan teks Syair Lampung Karam itu dalam rangka agenda tahunan Festival Krakatau. Juga dapat direvitalisasi dan diperkenalkan untuk memperkaya dimensi kesejarahan dan penggalian khasanah budaya dan sastra daerah Lampung. (Yurnaldi)
Sumber : www.kompas.com (31 Agustus 2008)
Wednesday, July 7, 2010
Juli 6 2010
''Selasa malam ini akan terlihat lebih jelas dalam satu garis lurus, khususnya setelah Merkurius terbenam pukul 18.30 WIB, kemudian sekitar pukul 21.00 WIB menyusul Venus terbenam, lebih malam lagi Mars, dan Saturnus,'' kata peneliti Bidang Matahari dan Antariksa Pusat Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN, Abd Rahman, di Jakarta, Selasa (6/7).
Fenomena alam itu sayangnya tak bisa dilihat menggunakan mata telanjang. Menurut Rahman, kejadian itu merupakan hal biasa dalam perputaran planet-planet atau benda ruang angkasa. Menurutnya, delapan planet yang mengitari matahari di tata surya ini memang berada dalam satu bidang ekliptika, sehingga jika dilihat dari bumi, maka akan mungkin untuk terlihat dalam satu garis lurus.
''Diibaratkan delapan planet ini merupakan bola-bola yang terletak pada satu meja datar, meskipun berserakan tetapi jika dilihat dari satu posisi dari sudut pandang suatu bola tertentu yang juga ada di meja itu, maka bisa saja seolah berada pada satu garis lurus,'' jelasnya.
Karena itu, Rahman mengimbau masyarakat untuk tidak percaya pada kabar burung yang mengatakan malam nanti bakal terjadi bencana. Sebelumnya, beredar kabar berantai bahwa NASA mengumumkan tepat pukul 5:00 pm waktu Greenwich atau pukul 12:00 WIB tengah malam ini planet Merkurius, Bumi, Venus, Uranus, dan Neptunus berada tepat satu garis dengan Matahari. Hal ini terjadi 20.000 ribu tahun sekali.
Akibatnya gaya gravitasi menjadi bertambah enam kali lipat, sehingga pada saat itu akan terjadi fenomena luar biasa, yakni di antaranya laut akan mengalami pasang naik, dan kemungkinan laut akan meluap. Lantas, berat benda akan meningkat enam kali lipat dan semua benda akan tertarik ke permukaan bumi. Disebutkan juga NASA sudah memperingatkan semua perusahaan penerbangan agar tidak take off pada jam tersebut karena fenomena ini akan berlangsung sekitar 10 menit.
Menanggapi hal itu, Rahman menegaskan, berita tersebut hanya kabar bohong, karena fenomena itu tidak akan berdampak apapun. ''Sebenarnya planet-planet yang tampak berada pada satu garis lurus itu terjadi beberapa hari ini, tetapi malam ini akan tampak paling jelas,'' tegasnya.
Rep: Antara
Monday, April 19, 2010
METEOR
A fireball in the night sky across Wisconsin. United States authorities for sure as a meteor. This phenomenon is seen by some people in five states. Many who claim to hear the rumble.
Wednesday, March 3, 2010
Wednesday, January 13, 2010
Saturday, October 3, 2009
Earthquake in Padang-West Sumatra
17:16 pm, Wednesday ,30-9-2009
2 Videos
The earthquake in Padang - West Sumatra
7 videos
Monday, July 27, 2009
ABOUT NIBIRU X PLANET
Planet X Nibiru
Planet X Nibiru the 10th planet inhabited and inbound.
NIBIRU Akan Menghantam Bumi Thn 2012
DOOMSDAY NIBIRU 2012
History of Asteroid X Nibiru
Sejarah Asteroid X NIBIRU
Solar System
sistem tata surya beranggotakan planet dan benda ruang angkasa lainnya mengelilingi matahari sebagai pusatnya.
SOLAR SYSTEM
( ALAM SEMESTA )
Perkiraan perbandingan bumi dan planet-planet lainnya di alam semesta ini.
NIBIRU PLANET
Saturday, July 18, 2009
Before Bombing at JW Marriott Hotel
Zaenal A [zae9design@*****.**.**]
17 July 2009 17:26:51
Lagi-lagi perbuatan keji terjadi,....Pak (yang berwenang) tolong tindak secara serius para perusuh keamanan.
Bombing at the Ritz-Carlton Hotel and the Marriott Hotel
Merapi Hari Ini - Google Warta
Pesawat Batam - Google Warta
Recent Visitors
detikcom
OUR PLANET
- July, 6 2010
- SOLAR SYSTEM - 01
- SOLAR SYSTEM - 02
- SOLAR SYSTEM EXPLORATION
- ABOUT PLANET X NIBIRU & DOOMSDAY
- NIBIRU PLANET
- Planet X Nibiru
- NIBIRU WILL ATTACK TO EARTH
- DOOMSDAY NIBIRU 2012
- HISTORY OF Asteroid X Nibiru
- WHAT IS HAPPENING ON OUR PLANET
- ABOUT DOOMSDAY
- DOOMSDAY - HUMAN VERSION
- The Day of Resurrection ( doomsday ) Islam version
EXAMPLES OF TRAFFIC ACCIDENTS
DEMONSTRATIONS
HORROR
Video Playlist
CONFIGURE FEED
CATEGORY
- Earthquake (14)
- Situ Gintung lake (13)
- Video Playlist (12)
- Science and Technology (9)
- Education (8)
- Grave Nature (7)
- Natural Disasters (7)
- Nibiru (6)
- SOLAR SYSTEM (5)
- Aircraft Disasters (4)
- Disasters (4)
- Experience (4)
- Another world (3)
- Azlina (3)
- Boom (3)
- DOOMSDAY (3)
- Situ Gintung (3)
- TATA SURYA (3)
- Tragedy (3)
- True Story (3)
- Ghost (2)
- Horror (2)
- Marriott Hotel (2)
- Planet X Nibiru (2)
- Ritz-Carlton Hotel (2)
- Science (2)
- Technology (2)
- West Sumatra (2)
- 2 Minggu sebelum PEMILU (1)
- 2 Personnel of Jamica Band (1)
- 2012 (1)
- 58 (1)
- 94 peoples has killed (1)
- 99 peoples (1)
- A fireball in the night sky across Wisconsin (1)
- ALAM SEMESTA (1)
- Air Photo (1)
- Aslina (1)
- Bali (1)
- Bombing (1)
- Chronology (1)
- Dam (1)
- Demonstrations (1)
- Dracula (1)
- Earthquake in Padang (1)
- Film (1)
- Film and Animation (1)
- Fokker 27 (1)
- Football (1)
- From the Air (1)
- Gintung Like - 01 (1)
- Gintung Like - 02 (1)
- Gorontalo (1)
- Grave Punishment (1)
- Gunung api Krakatau (1)
- Hercules aircraft fell in Madiun (1)
- Historical on the world (1)
- History (1)
- Human Version (1)
- Jogja (1)
- Jogya (1)
- Krakatau (1)
- Krakatau Mount (1)
- Map (1)
- Mars (1)
- Merapi (1)
- Merapi Eruption (1)
- Merapi News (1)
- Merkurius (1)
- Meteor (1)
- My Planet (1)
- North Sulawesi (1)
- Our Planet (1)
- Over 80 peoples has killed (1)
- PETA ZONA GEMPA INDONESIA (1)
- Planet (1)
- Satelite Map (1)
- Solidarity (1)
- SubhanAllah (1)
- TRAFFIC ACCIDENTS (1)
- Targedy (1)
- Tokyo (1)
- Tragedy Tamanggi (1)
- Tsunami (1)
- Tsunami in the world (1)
- Venus (1)
- Victims Situ Gintung increase (1)
- Victims who died (1)
- becoming 100 peoples (1)
- broken-down (1)
- fireball (1)
- hantu (1)
- in Padang (1)
- in the Hell (1)
- kuntilanak (1)
- mountains path and the earthquake (1)
- mud (1)
- pocong (1)
- setan (1)
- sidoarji (1)
- the Day of Resurrection (1)
- vampir (1)
- victim died (1)