17:16 pm, Wednesday ,30-9-2009
2 Videos
kemaren coba maen2 pake "Google Earth", ceritanya mau cari tau Lhasa dan sekitarnya itu 3D-nya seperti apa…begitu di-klik "Google Earth"-nya, katanya dia minta di-up grade pake yg "Google Earth 4 BETA"…langsung aja deh di-download dan hasilnya ternyata lebih bagus dr versi sebelumnya…lho, kok malah jd promosi "Google Earth"…??? ah, udah deh…coba aja download…mantap poko-nya mah…
hari ini dapet imel dr temen di Jakarta, dia bilang: "Win, elu dapet berita Jakarta mau kena tsunami nggak?"…"terus katanya Jakarta nggak mungkin kena gempa, tapi kok sekarang gempa melulu…?" gue heran…ini gosip dr mana lg…? gue bilang sama temen gue itu: "berita-nya dr mana, sumber-nya dr mana, alasan sampe bilang mau ada tsunami di Jakarta itu apa, bla-bla-bla…???" akhirnya gue coba jelasin sebisa mungkin…
Jakarta bukan-nya nggak mungkin kena gempa…Jakarta bisa saja kena gempa tapi sumber gempa (epicenter & hypocenter)-nya bukan di Jakarta…kalo sumber gempa di Selat Sunda atau di Sukabumi, bisa jd Jakarta kena imbas gempa-nya…nah kalo tsunami sampe ke Jakarta…ya itu bukan suatu hal yg mustahil…bisa saja tapi untuk si tsunami itu sampe ke Jakarta dibutuhkan satu gempa yg besar sekali di lepas pantai yg deket Jakarta…di mana…??? kalo di Laut Jawa, kecil kemungkinan ada gempa…yg mungkin adalah di Selat Sunda atau di selatan Jawa…tapi kalo gempa di selatan Jawa, nggak mungkin lah tsunami-nya sampe di Jakarta…secara jauh be-eng tuh laut buat jalan sampe ke Jakarta…nah, yg mungkin adalah kalo ada gempa besar sekali di sekitar Selat Sunda, bisa saja (sekali lg: bisa saja, nggak pasti) ada tsunami dan tsunami itu sampe ke daerah utara Jakarta…seberapa besar gempa-nya…??? mmhhh…kalo itu mah tanya sama yg lebih ahli aja…tapi masih inget sama tsunami Desember 2004 kemaren kan…??? kalo nggak salah efek-nya bisa sampe pantai barat Malaysia…
dr gambar di samping (hasil karya "Google Earth") bisa di-liat segitiga2 warna merah yg membentuk satu jalur di pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara sampe ke Laut Banda…segitiga itu melambangkan gunung api…jd gunung api-gunung api itu membentuk satu jalur di pulau Sumatra, Jawa sampe ke Laut Banda (gunung api bawah laut)…bahkan di Filipina jg mereka bikin satu jalur (gambar sebelah atas, utara-nya Indonesia)…kenapa mereke jadi bikin jalur2 seperti itu…???
kunci-nya adalah subduksi: menunjam-nya lempeng samudra ke bawah lempeng benua…coba liat di selatan Jawa, di lepas pantai pada gambar di atas…di sana ada satu bentuk gambar yg sejajar dgn jalur gunung api tadi…yg paling jelas adalah persis di timur Filipina…itu adalah bentuk gambar dr jalur subduksi tadi…nggak heran kan Filipina jg di-sibuk-kan sama aktivitas gunung api…sama aja kaya di Indonesia…mau gambar lebih mirip lg, coba liat Jepang…persis sama kaya Indonesia dan Filipina…artinya: Jepang, Filipina dan Indonesia punya resiko yg sama dalam hal gunung api, gempa dan tsunami…
kenapa pulau Kalimantan kok nggak ada segitiga2 merah itu…??? karena memang pulau Kalimantan nggak dilewatin sama jalur subduksi…nggak ada jalur subduksi artinya nggak ada gunung api…tapi liat lg di antara Kalimantan dan Sulawesi…ada teori yg menyatakan bahwa dua pulau ini tadi-nya bersatu dan bisa saja di Selat Sulawesi itu terjadi gempa…wah, gue harus cari detil-nya dulu nih…ntar di-posting lg…jd apakah Kalimantan aman…??? Kalimantan memang relatif aman dr gempa dan tsunami drpd Sumatra, Jawa sampe Laut Banda…
bumi kita ini terdiri dr beberapa lempeng…masing2 lempeng bergerak dan saling bertabrakan (contoh-nya Indonesia) atau saling menjauh(contoh-nya di Samudra Atlantik)…lempeng Australia dan lempeng Eurasia yg bertabrakan di Indonesia jg masing2 selalu bergerak…memang nggak cepet pergerakannya…mungkin 1 atau 5 cm per tahun…lempeng Australia relatif bergerak ke arah utara, lempeng Eurasia relatif bergerak ke arah selatan…tabrakan kan…??? lempeng Australia tadi nabrak dan menyusup ke bawah lempeng Eurasia…ini yg disebut subduksi…akibat menyusupnya lempeng Australia tadi, lapisan batuan pada lempeng Australia dan lempeng Eurasia yg bergesekan (ini skala-nya besar sekali ya, jgn di-bayangin bergesekan kaya di Patas AC) menyebabkan naiknya suhu dan tekanan di daerah pergesekan…akibat-nya lapisan batuan itu akan meleleh dan lewat rekahan2 yg ada di sekitarnya, lelehan tadi (nama-nya magma) tadi akan naik ke atas (kenapa…? karena suhu dan tekanan yg tinggi) sampe ke permukaan bumi…di permukaan bumi bentuk-nya adalah gunung api tadi…
lalu bagaimana dgn gempa…??? gempa jg diakibat-kan oleh proses subduksi tadi…masing2 lempeng punya daya elastisitas (walupun nggak se-elastis penggaris plastik tapi ya bisa di-analogi-kan lah)…ketika mereka bertabrakan (dan teuteup bergerak) maka akan muncul daya elastisitas dr masing2 lempeng…ketika daya elastisitas-nya sudah kelewat batas, maka di-lepaskan-nya lah energi (kalo penggaris plastik sih udah patah) itu dalam bentuk gempa tadi…kok jauh bgt sih dr jalur subduksi yg sekian kilometer di lepas pantai sampe ke daratan…harus di-ingat bahwa akbibat pergerakan lempeng jg maka bisa muncul yg namanya "sesar" atau istilah geologi-nya "fault"…sesar ini adalah satu bentuk patahan dr lapisan batuan yg mengakibatkan satu lapisan bergerak relatif turun atau naik atau bergerak ke kanan atau ke kiri terhadap lapisan batuan yg lainnya…rada ribet ya…??? ntar deh di-jelasin lg di posting-an yg laen…nah, pergerakan subduksi tadi itu jg memicu pergerakan sesar2 tadi…
mmhhh…menarik kan sebenernya posisi Indonesia kita ini…
dikutip dari : azhali.blogsome.com
Upaya pencarian korban jebolnya tanggul Situ Gintung, Tangerang, Banten, terus dilakukan. Alat berat hingga anjing pelacak diterjunkan untuk mencari korban yang diduga terseret air bah dan tertimbun puing serta longsoran. Hingga Ahad (29/3) siang, sudah 93 orang ditemukan meninggal. Sementara 102 lainnya belum ditemukan. Pencarian korban pada hari ketiga lebih dintensifkan menggunakan anjing pelacak. Indera penciuman yang tajam diyakini akan membantu tim search and rescue menemukan korban baru. Selain mencari korban, sebagian warga juga masih berupaya menemukan barang berharga miliknya. Tim SAR gabungan juga mulai membersihkan lokasi musibah. Petugas merobohkan bangunan yang sudah tidak bisa diselamatkan. Semua rumah yang dihancurkan umumnya sudah ditinggal para penghuninya. Petugas mengaku kesulitan mengingat lokasi musibah cukup berat dan dipenuhi lumpur. Kerusakan infrasutruktur yang cukup parah menghambat arus lalu lintas bantuan dan evakuasi. Bantuan dari masyarakat hingga kini terus mengalir dan diperkirakan jumlahnya melebihi yang dibutuhkan. Bantuan di antaranya berupa kasur, makanan instan, hingga buah-buahan. Pun demikian dengan pos bantuan yang didirikan secara independen baik oleh partai politik maupun perusahaan swasta
Videos of the aftermath broken-down of wall dam around the Situ Gintung reservoir/lake at Cireundeu in southern Jakarta, which has killed at least 80 people with about 125 still missing
November 19, 2008
Crisis Center of the Ministry of Health noted six people died as a result of the earthquake and Gorontalo Central Central Sulawesi on Monday early morning yesterday. Three of them died in Buol, Central Sulawesi. While the other three died in North Gorontalo, Gorontalo Province.
Earthquake strength 7.7 Richter scale injure 69 people and destroyed 934 buildings and four bridges in the Buol. Meanwhile, in North Gorontalo, earthquakes injure 89 people and damage to the building 137 houses, schools and mosques. Evacuate the population amounted to 214 people.
-------------------------------------------------
Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan mencatat enam orang tewas akibat gempa yang mengguncang Gorontalo dan Sulawesi Tengah pada Senin dini hari kemarin. Tiga di antaranya meninggal di Buol, Sulteng. Sedangkan tiga lainnya meninggal di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Gempa berkekuatan 7,7 skala richter melukai 69 orang dan merusak 934 bangunan serta memutuskan empat jembatan di Buol. Sementara di Gorontalo Utara, gempa melukai 89 orang dan merusak 137 bangunan rumah, sekolah dan masjid. Warga yang mengungsi kini berjumlah 214 orang.
Video Playlist